Swedish journalists accused of terrorism face trial in Ethiopia

Martin Schibbye and Johan Persson were arrested travelling with rebels in a case that has prompted outrage in Sweden

Xan Rice in Nairobi
guardian.co.uk, Wednesday 19 October 2011

The Swedish journalist Martin Schibbye, who is charged with terrorism along with the photojournalist Johan Persson. Photograph: Kontingent Agency/EPA

Two Swedish journalists charged with terrorism in Ethiopia after being arrested during a battle between government troops and rebels will go on trial on Thursday.

The reporter Martin Schibbye and photojournalist Johan Persson, both freelancers, were detained in July while travelling with the Ogaden National Liberation Front (ONLF), a outlawed separatist movement. Ethiopia’s government insists the Swedes are terrorists, not journalists, and claims to have video footage of the two men training with the rebels. Baca tulisan ini lebih lanjut

Medan Pos Sudah Buat Hak Jawab

From: ali afudy xxxxx@yahoo.com
Subject: [jurnalisme] POLDA SUMUT MENGHARGAI KEBEBASAN PERS JADI PERCONTOHAN
To: jurnalisme@yahoogroups.com
Date: Thursday, April 30, 2009, 5:50 PM

Pemimpin Redaksi Harian Medan Pos Fariandra Putra Sinik mempersilakan pihak Supriandi Hutapea melapor ke polisi. “Itu hak mereka,” kata Putra kepada Tempo di Medan kemarin. “Tapi Medan Pos sudah membuat hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pokok Pers,” katanya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Nama PM Singapura Tercemar, Majalah FEER Didenda

http://internasiona l.kompas. com/read/ xml/2009/ 11/18/06574710/ Nama.PM.Singapur a.Tercemar. .Majalah. FEER.Didenda

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi Singapura, Selasa (17/11), menghukum Review Publishing Company, penerbit majalah Far Eastern Economic Review dan editornya, Hugo Restall. Mereka diwajibkan membayar 400.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 2,74 miliar kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan ayahnya, mantan PM Lee Kuan Yew.

Penerbit FEER dan editornya diseret ke pengadilan karena kasus pencemaran nama baik perdana menteri dan ayahnya itu.

Dirincikan, untuk PM Lee Hsien Loong diberikan uang ganti rugi 200.000 dollar Singapura dan biaya hukum 30.000 dollar Singapura. Adapun kepada ayahnya, Lee Kuang Yew, terhukum wajib membayar ganti rugi 150.000 dollar Singapura serta uang untuk biaya hukum sebesar 25.000 dollar Singapura. Baca tulisan ini lebih lanjut

Menkes: kasus Prita pencemaran nama baik

Detikcom:

Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengaku pihaknya tidak ada urusan dengan kasus Prita Mulyasari dengan RS Omni International. Sebab, RS Omni merupakan RS swasta, sehingga dia tidak bisa menjewernya.

“RS Omni itu swasta, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya tidak bisa menjewer, saya tidak tahu,” kata Siti saat ditanya pers mengenai kasus Prita Mulyasari ketika meresmikan Posko Kesehatan Pesantren Nurul Huda, Jalan Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (04/06/2009) .

Siti mengatakan kasus itu bukan kasus pelayanan, melainkan kasus pencemaran nama baik. “Saya tidak tahu. Kasus itu bukan kasus pelayanan kesehatan. Itu kasus pencemaran nama baik. Kalau ada pelayanan kesehatan tidak baik, ada jalannya, bukan dilemparkan ke blogger,” kata Siti saat ditanya soal kelanjutan kasus tersebut. Baca tulisan ini lebih lanjut