Media Surabaya Meliput Ponari

Di bulan Februari, banyak kejadian yang menjadi sorotan berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Di antaranya bencana banjir di Jawa Timur, kunjungan Hillary Clinton ke Indonesia, hingga persiapan pemilu legislatif bulan April mendatang. Di antara berita-berita penting di atas, masih menonjol pemberitaan tentang fenomena dukun cilik asal Jombang, Jawa Timur.

Ponari saat ini telah dicap oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai dukun yang sangat fenomenal. Tidak saja karena usianya yang masih sangat muda, namun terutama karena kemampuannya, yang menurut ribuan pasiennya, dia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Setiap hari dia melayani ribuan pasien yang memenuhi halaman rumahnya.

Awalnya, bocah kelas 3 SD ini bermain hujan-hujanan di lapangan dekat rumahnya bersama teman-temannya. Lalu tak disangka-sangka, bocah ini tesambar petir dan terhantam oleh batu yang mengenai kepalanya. Dari kejadian itu, entah siapa yang membuat mengawali, muncul keajaiban penyembuhan dengan batu Ponari. Praktik yang dilakukan Ponari pada awalnya hanya diketahui oleh warga di sekitar rumahnya saja. Namun dengan percepatan gelombang informasi yang dilakukan media massa, pasien yang mengantre datang dari berbagai kota di Jawa maupun di luar Indonesia. Ada juga warga Malaysia yang ikut mengantre, berharap kesembuhan pada Ponari.

Pemberitaan yang dilakukan oleh media, adalah proses publikasi yang luar biasa bagi masyarakat. Pada bulan Februari 2009 saja, terdapat 47 berita tentang Ponari di tiga suratkabar yang terbit di Surabaya. Berdasarkan jumlah berita, harian Surya paling intens dalam memberitakan masalah Ponari, dengan 21 berita. Surabaya Post menurunkan 10 berita Ponari, dan Jawa Pos 16 berita. Berita-berita itu terbagi dalam beberapa kategori.

Profil Ponari

Dari tiga suratkabar yang diteliti, muncul berbagai tema pemberitaan Ponari, namun yang ramai dibicarakan adalah profilnya. Dari 47 berita, 19 item di antaranya tentang profil, termasuk profil keluarga dan segala aktivitas Ponari di rumahnya. Harian Surya memimpin dengan 9 berita profil, lengkap dengan foto-foto. Jawa Pos hanya menurunkan 7 berita yang mengulas profil Ponari. Di Surabaya Post, profil Ponari hanya muncul di 3 berita.

Korban Ponari

Tema ini menyangkut peristiwa korban tewas saat melakukan antrean, yang disebabkan oleh pasien yang kelelahan dan kurang tertibnya antrean. Berita bertemakan korban ini muncul di harian Surya, Jawa Pos dan Surabaya Post masing-masing sebanyak 2 berita.

Pemberitaan korban Ponari diulas berbeda oleh masing-masing suratkabar. Berikut kutipan ini berita tentang tema tersebut.
“Baru sehari dibuka, dua orang langsung tewa di lokasi kemarin (9/2)”
(Jawa Pos, 10 Februari 2009)

Berdasarkan kutipan di atas, diketahui bahwa praktik Ponari yang baru dibuka dua hari, sudah menelan korban. Dua orang korban jatuh sebelum mendapatkan pengobatan. Media yang lain juga memberitakan hal yang sama. Berikut kutipannya:

“Nyawanya meregang, ketika Sudrun ini antre berobat di dukun kecil, Muhammad Ponari (10) di desa Balong Sari, Kec. Megaluh, Jombang”
(Surabaya Post, 2 Februari 2009)

Pada tanggal penerbitan yang berbeda dari harian yang berbeda pula, muncul berita yang mengabarkan adanya korban tewas saat ingin berobat di dukun cilik. Berita ini juga dilengkapi dengan karikatur yang bercerita tentang seseorang yang menanyakan tentang antrean yang ada di sekitar rumah dukun ponari. Salah seorang menjawab bahwa antrian tersebut adalah antrian ke akhirat.

Saingan Ponari

Muncul juga berita tentang pesaing Ponari, di harian Surya dan Surabaya Post, masing-masing dua berita. Dalam tema berita ini, khususnya di Surabaya Post digambarkan bahwa saingan Ponari yang juga membuka praktiknya dengan metode yang hampir sama. Sama-sama dengan menggunakan batu yang juga didapat dari sambaran petir. Namun, pasien lebih percaya dengan Ponari dari pada dengan pesaing Ponari yang terkesan hanya ingin ikut-ikutan.

Pendapat ahli

Ternyata, fenomena yang dialami Ponari ini bukan semata-mata kekuatan mistik, namun dapat juga diurai dengan ilmu pengetahuan. Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dikutip oleh harian Surabaya Post, mengatakan bahwa batu yang dimiliki Ponari memiliki kandungan zat besi. Air yang dicelupi batu yang berkandungan zat besi tesebut, bila diminum oleh penderita kekurangan zat besi, maka pasien tersebut akan sembuh. Namun, bila pasien berpenyakit kelebihan zat besi, bukan kesembuhan yang diperoleh namun kematianlah yang akan dialami oleh pasien tersebut.

Di Surya dan Jawa Pos, tema yang mengangkat pendapat ahli muncul dari kalangan yang memiliki otoritas di negeri ini. Di harian Surya ada pendapat dari Menteri Kesehatan. Di Jawa Pos ada pendapat ahli dari Majelis Ulama Indonesia dan pemerhati anak Seto Mulyadi.

Pasien sembuh

Meskipun kecil porsinya, di tiga media yang menjadi obyek penelitian, juga muncul beberapa alinea yang menyatakan kesembuhan pasien yang telah meminum air yang dicelupi batu Ponari. Ada satu informasi di harian Surya yang menyatakan ada pasien sembuh setelah diobati Ponari.

Di Surabaya Post juga ada dua berita pasien yang sembuh setelah meminum air batu Ponari. Pada pasien pertama, penyakit yang diderita hanya linu-linu pada sendi, dan dia sudah tiga kali minum air Ponari, baru merasakan sembuh. Sedangkan pasien yang lainnya, menderita sakit hernia dan sudah meminum air Ponari sebanyak dua kali.

Seharusnya media lebih mengeksplorasi dan mengulas lebih jauh tentang pasien-pasien yang sembuh dengan air Ponari ini. Berita kesembuhan bisa dalam format profil pasien sembuh, bukan sekadar diselipkan di alinea berita secara sepotong-sepotong.

Tabel
Frekuensi pemberitaan pada 3 suratkabar

Jawa Pos Surya Surabaya Post
Head Line
Halaman 1
Selain hal 1 1
9
6 6
13
2 1
5
4
Jumlah 16 21 10

Tabel
Penggolongan tema berita

Korban Profil Saingan Pasien Sembuh Ahli Jumlah
Jawa Pos 2 7 – 5 – 2 16
Surya 2 9 2 6 1 1 21
Surabaya Post 2 3 2 – 2 1 10

Tim peneliti LKM-Media Watch: Putri dan Tika
Surabaya, 06 Maret 2009

Perihal LKM Media Watch
Mass media are watchdogs. But who watch the media? Let's do it together. Watch this very powerful entity, for better journalism, better Indonesia, better world. http://www.sirikitsyah.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s